SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MENYONGSONG TEKNOLOGI INFORMASI
GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DISUSUN OLEH :
SOFIANA ISNTINFARANI
11150562
DOSEN :
SEPTIA LUTFI S.Kom, M.Kom
STIE BANK BPD JATENG
SEMARANG
2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan
kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan kerunia-Nya saya masih diberikan
kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa saya ucapkan
terimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan bantuannya
dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan
tujuan memberikan informasi tentang Sistem Informasi Manajmenen dalam
Menyongsong Teknologi Informasi, khususnya dalam Rumah Sakit. Sehingga akan
menambah pengetahuan dan wawasan yang luas untuk saya dan pembaca. Serta dibuat
dalam tujuan pemenuhan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajmenen di
semester 3 ini.
Saya menyadari bahwa dalam
penuisan makalah ini banyak kekurangan, oleh sebab itu saya mengharapkan kritik
dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat
bermanfaat bagi saya khususnya dan umumnya bagi pembaca.
Semarang,
November 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
B.
RUMUSAN MASALAH
C.
TUJUAN MASALAH
BAB II PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
TEKNOLOGI INFORMATIKA.
B.
FUNGSI
TEKNOLOGI INFORMATIKA.
C.
PERKEMBANGAN
GREEN INFORMASI TEKNOLOGI MENGGUNAKAN SIM.
D.
CONTOH
PENERAPAN SIM MENYONGSONG TEKNOLOGI INFORMASI.
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN
B.
SARAN
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Saat ini,
penerapan Teknologi Informasi semakin trendi saja dikalangan para pengusaha.
Efisiensi waktu dan biaya yang ditawarkan oleh Teknologi Informasi, membuat
para pengusaha merasa wajib untuk menerapkannya dalam proses manajemen di
perusahaan. Bagi mereka yang selalu fokus terhadap kebutuhan pelanggan, tidak
akan berpikir dua kali untuk menerapkan Teknologi Informasi dalam proses
kerjanya. Globalisasi dunia bisnis menuntut perusahaan untuk dapat mengelola
informasi dengan baik, sehingga kebutuhan informasi masing–masing pihak yang
berkepentingan (bukan hanya konsumen) dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat.
Teknologi
Informasi dapat mengotomatisasi proses pengelolaan informasi dari mulai
memasukkan informasi, menyimpan, dan memperbaruinya setiap saat sehingga setiap
orang bisa mendapatkan informasi terbaru dan melakukan analisis dengan mudah.
Oleh karena itu proses penyampaian pesan, informasi, maupun pengetahuan dapat
lebih cepat, mudah dan dijamin up to date.
Menyongsong
era globalisasi dewasa ini, sistem informasi semakin dibutuhkan setiap
perusahaan ataupun organisasi, khususnya dalam meningkatkan kesehatan aliran
informasi dalam organisasi/perusahaan, kontrol kualitas, dan menciptakan
aliansi atau kerja sama dengan pihak lainnya. Perusahaan yang sudah melakukan
otomatisasi pada setiap lini manajerialnya, perlu menindaklanjuti dengan
membangun sistem informasi manajemen yang integral dan terpadu.
SIM akan
menolong perusahaan-perusahaan dalam mengintegrasikan data,mempercepat dan
mengestimasi pengolahan data, meningkatkan kualitas dan kontrol manajemen,
mendorong terciptanya produk-produk baru, meningkatkan layanan dan kontrol,
mengotomatisasi sebagian pekerjaan rutin, dan menyediakan alur kerja. Pendek
data, sim beserta perkembangan teknologi pendukungnya akan memicu transformasi
besar dalam bidang bisnis dan manajemen.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Pengertian
Teknologi Informatika.
2.
Fungsi
Teknologi Informatika.
3.
Perkembangan
Green Informasi Teknologi Menggunakan Sim.
4.
Contoh
Penerapan Sim Menyongsong Teknologi Informasi.
C.
TUJUAN MASALAH
1.
Untuk
Mengetahui Pengertian Teknologi Informatika?
2.
Untuk
Mengetahui Fungsi Teknologi Informatika?
3.
Untuk
Mengetahui Perkembangan Green Informasi Teknologi Menggunakan Sim?
4.
Untuk
Mengetahui Contoh Penerapan Sim Menyongsong Teknologi Informasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
TEKNOLOGI INFORMASI.
Secara umum, Teknologi Informasi (TI), atau dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT)
adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam
membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.
Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu studi
perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem
informasi berbasis komputer, terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras)
dan software (perangkat lunak komputer). Secara sederhana, Pengertian Teknologi
Informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan
perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk
setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas.
Sedangkan menurut Wikipedia, bahwa pengertian teknologi
Informasi (IT) adalah istilah umum tekologi untuk membantu manusia dalam
membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi. Tujuan
teknologi informasi adalah untuk memecahkan
suatu masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi
dalam aktivitas manusia.
Pengertian
Teknologi Informasi (IT) Menurut Para Ahli
- Haag dan Keen (1996): Pengertian teknologi
informasi menurut Haag dan Keen bahwa teknologi informasi adalah
seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan
tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
- Oxford English Dictonary (OED): Pengertian
teknologi informasi menurut Oxford English Dictionary adalah hardware dan
software dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang
biasanya dalah konteks bisnis atau usaha.
- Williams dan Sawyer (2003): Menurut
williams dan sawyer, bahwa pengertian teknologi informasi adalah teknologi
yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan
tinggi yang membawa data, suara, dan video.
- Martin (1999): Menurut martin bahwa
teknologi informasi merupakan teknologi yang tidak hanya pada teknologi
komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk
memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencaku teknologi komunikasi
untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.
TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi
untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya
berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik,
dan peranti genggam modern (misalnya ponsel/gadget).
B.
FUNGSI
TEKNOLOGI INFORMATIKA.
Ada
enam fungsi Teknologi Informasi antara lain sebagai berikut :
1. Menangkap (Capture)
2. Mengolah (Processing); Mengolah/memproses
data masukkan yang diterima untuk menjadi suatu informasi. Pengolahan atau
pemrosesan dapat berupa pengubahan data ke bentuk lain (konversi), analisis
kondisi (analisis), perhitungan (kalkulasi), penggabungan (sintetis), segalah
bentuk data dan informasi.
3. Menghasilkan (Generating); Menghasilkan
atau mengorganisasi informasi dengan bentuk yang berguna. Contohnya laporan,
grafik, tabel dan sebagainya.
4. Menyimpan (Store); Merekam
atau menyimpan data dan informasi ke dalam suatu media untuk keperluan lainnya.
Contohnya disket, hardisk, tape, compact disk dan sebagainya.
5. Mencari kembali (Retrival); Menelusuri
mendapatkan kembali informasi atau menyalin (copy) data dan informasi yang
telah tersimpan, contohnya spplier yang sudah lunas, dan sebagainya.
6. Transmisi (Transmission); Mengirim
data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi yang lain dengan melalui
jaringan komputer. Contohnya mengirimkan data penjualan ke user A ke user
lainnya, dan sebagainya.
C.
PERKEMBANGAN
GREEN INFORMASI TEKNOLOGI MENGGUNAKAN SIM.
Munculnya Green IT ini dilatar belakangi adanya kepedulian terhadap
lingkungan dimana suhu bumi yang kian hari kian panas akibat efect rumah kaca
sehingga sangat berbahaya jika tidak diperhatikan mulai sekarang, tekanan dari
konsumen, pemerintah serta harga bahan bakar yang semakin melambung tinggi.
Green IT memfokuskan diri pada minimalisasi penggunaan bahan-bahan
berbahaya bagi lingkungan, memaksimalkan efisiensi energi, dan meningkatkan
daur ulang serta biodegradasi bagi produk gagal dan limbah IT. Green IT telah
menjadi isu global yang hangat diperbincangkan dan dikampanyekan. Hal ini
ternyata berdampak positif bagi semua kalangan bahwa dengan green IT kita dapat
menekan biaya operasional.
Green IT adalah konsep penerapan teknologi ramah lingkungan pada
kerangka ekonomi dan sosial. Menurut data World Bank tahun 2007, Indonesia
adalah negara dengan tingkat deforestasi tercepat dan menduduki peringkat ke-3
penyumbang emisi gas dan rumah kaca dunia. Oleh karena itu penerapan Green IT
sudah seharusnya mulai dipertimbangkan.
Ada beberapa pihak yang terlibat dalam green IT diantaranya adalah :
1.
Peran Produsen
Dalam Gerakan Green IT
a.
Produsen
Hardware
Produsen hardware dituntut untuk dapat menciptakan hardware yang
hemat energi untuk mengurangi penggunaan listrik dan juga handal. Mereka harus
bisa memproduksi hardware yang memakan sedikit daya listrik. Dengan demikian
diharapkan dapat mengurangi penggunaan minyak bumi dan mengurangi emisi CO2.
Produsen hardware berperan besar dalam menyumbangkan emisi CO2, sehingga mereka
juga seharusnya turut andil dalam gerakan green IT.
b.
Produsen
Software
Baik produsen software sistem operasi ataupun software aplikasi,
harus dapat menggunakan algoritma yang singkat dan tepat. Hal ini berkaitan
dengan waktu atau durasi penggunaan komputer oleh user. Algoritma yang tepat
dan efektif serta efisien akan meminimalisir penggunaan energi. Para produsen
software aplikasi juga harus dapat menciptakan software yang mampu menggantikan
pekerjaan mesin-mesin yang menggunakan energi yang cukup besar. Selain itu
mereka juga harus dapat membuat software atau program yang meminimalisir
penggunaan kertas.
2.
Peran Konsumen Dalam Gerakan Green IT
Konsumen
dalam hal ini adalah pemerintah, perusahaan, maupun personal user.
a.
Pemerintah
Pemerintah harus mulai membuat sistem yang terkomputerisasi dalam
segala bidang. Pembenahan jaringan inter dan antar instansi. Selain hemat
energi, hal ini juga akan membuat urusan menjadi semakin mudah dan mengurangi
proses birokrasi yang berbelit. Misalnya pembuatan SIM atau KTP, kenapa tidak
bersifat nasional? Maksud saya siapapun bisa membuat atau memperpanjang SIM dan
KTP dimana saja dan kapan saja. Dengan sistem komputer hal demikian sangatlah
mungkin. Jadi kita tak perlu membuang banyak bensin untuk pulang ke kampung
halaman hanya untuk memperpanjang SIM atau KTP. Apalagi saat ini sudah mulai
berjalan Kartu Kerluarga yang ber-NIK. Itu adalah contoh sederhana hal yang
dapat dilakukan pemerintah untuk ikut menggalakkan gerakan Green IT.
Pemerintah juga harus mengusahakan sistem yang paperless.
Selain itu kesadaran para pegawai akan penghematan listrik juga masih kurang. Mereka sering meninggalkan komputer dalam keadaan hidup, padahal komputer itu tidak sedang digunakan.
Selain itu kesadaran para pegawai akan penghematan listrik juga masih kurang. Mereka sering meninggalkan komputer dalam keadaan hidup, padahal komputer itu tidak sedang digunakan.
b.
Perusahaan
Di Indonesia masih banyak perusahaan yang belum terkomputerisasi.
Sistem penggajian dan berbagai transaksi jual beli masih menggunakan kertas.
Tentunya hal ini tidak sejalan dengan gerakan green IT dan gerakan pencegahan
global warming. Belum adanya jaringan komputer baik dalam kantor maupun antar
kantor dalam satu perusahaan masih menyumbangkan emisi CO2 yang cukup banyak.
Berapa besar uang dan energi yang harus dibuang hanya masalah pengiriman data
pada sebuah perusaan yang belum terkomputerisasi. Itu juga contoh sederhana
betapa green IT di Indonesia masih belum diterapkan dalam banyak perusahaan.
c.
Personal user
Sebagai user kita seyogyanya bijak dalam menggunakan komputer.
Misalnya teliti sebelum menge-print atau mencetak. Ketidaktelitian kita sebelum
melakukan pencetakan akan menyebabkan kita mencetak berulang-ulang dokumen yang
sama. Selain pemborosan kertas, juga akan memperlama durasi penggunaan
komputer. Matikan komputer jika tak digunakan
D.
CONTOH
PENERAPAN SIM MENYONGSONG TEKNOLOGI INFORMASI.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen atau yang
disingkat SIM bisa dalam berbagai bidang. Berikut ini contoh penereapan SIM di
bidang Rumah Sakit.
PENGERTIAN
SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT
- SIM adalah perangkat prosedur yang
terorganisasi apabila dijalankan akan memberikan umpan balik dan informasi
kepada manajemen tentang masukan, proses, dan keluaran dari suatu siklus
manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian.
- SIM merupakan sebuah sistem mesin pemakai
yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk menunjang operasi
manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah
organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan lunak
komputer, dan prosedur-prosedur manual;model-model untuk analisis,
perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan; dan suatu “database”
(Gordon B.Davis dan Margareth H.Olson).
- Management Information System is a
spesifically designed communication system in which data are gathered,
stored, analyzed, formulated, and reported to manager
(Rakich-Longest-Darr).
Sistem
Informasi Manajemen Rumah sakit adalah sebuah sistem komputerisasi yang
memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan
dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk
memperoleh informasi secara tepat dan tepat. sistem informasi rumah sakit
umumnya mencakup masalah klinikas (media), pasien dan informasi-informasi yang
berkaitan dengan kegiatan rumah sakit itu sendiri.
TUJUAN SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT ITU SENDIRI :
- Lebih menigkatkan pelayanan rumah sakit
- Agar data-data yang ada dalam rumah sakit
tersusun rapih.
- Kemudahan dalam pencarian data obat,
pasien dll yang berhubungan dengan rumah sakit.
- Meningktakan citra pelayanan rumah sakit.
MEKANISME KONTROL :
Mendukung
pengendalian mutu pelayanan medis, penilaian produktivitas, analisis,
pemanfaatam dan perkiraan kebutuhan, perencanaan dan evaluasi program,
menyederhanakan pelayanan, penilaian klinis, sistem ini berguna untuk menunjang
proses fungsi fungsi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan
pelayanan kesehatan dirumah sakit.
Sistem
Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi
informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan
prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif
untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam
tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan
Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.
Berdasarkan
definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5
komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan sistem informasi yang
benar dan sesuai kebutuhan:
- Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah
Sakit)
- Hardware (Perangkat Kerasa berupa
Komputer, printer dan lainnya)
- Networking (Jaringan LAN, Wireless dan
lainnya)
- SOP (Standar Operasional Prosedur)
- Komitment (Komitmen semua unit/instalasi
yang terkait untuk sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan
berjalan tanpa di Input)
- SDM (sumberdaya manusia adalah factor
utama suksesnya sebuah sistem dimana data diinput dan di proses melalui
tenaga-tenaga SMD tersebut)
Sistem
Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai
strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta
kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.
Di
bidang kesehatan terutama Rumah Sakit
sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas
pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong Indonesia Sehat.
Berikut
hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat
dapat teraplikasikan dengan sukses :
- Development Master Plan, cetak biru pembangunan harus dirancang
dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang
perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun
pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam
mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan
ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu
tidak terbatas.
- Integrated, dengan integrasi antar semua bagian
organisasi menjadi satu kesatuan,
akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga
kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan
ketidak konsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem
memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja
dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang
tenga medis.
- Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi
Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu
yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik
adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter,
perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang
pengembangan sistem informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).
- Teknologi Informasi, ketepatan dalam memilih Teknologi
Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi
Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware),
Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network).
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
memilih teknologi adalah :
- Price, harga
sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat.
- Performance, diukur dari kemampuan,
kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun
penampungan data.
- Flexibility, kemampuan
Teknologi Informasi saling beradaptasi dan kemudahan pengembangan di
masa yang akan datang.
- Survivability, berapa lama Teknologi Informasi
mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar.
Yang paling penting adalah sesuikan dengan
kebutuhana pengembangan kemasa depan tentunya.
Selain mengikuti suatu siklus hidup, dalam
pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan beberapa pendekatan, seperti:
- Sistems Approach, pendekatan
sistem merupakan pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai
suatu kesatuan yang utuh terintegrasi dengan semua kegiatan-kegiatan lain
di dalam organisasi. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada
pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya memperhatikan
sasaran dari sistem informasi saja.
- Top-Down Approach, pendekatan
ini dimulai dari tingkatan atas organisasi (strategic planning level),
yaitu dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi.
Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan
informasi. Setelah kebutuhan informasi dapat ditentukan, maka proses
turun ke penentuan output, input basis data, prosedur-prosedur operasi dan
kontrol. Pendekatan dari atas ke bawah ini sesuai dengan pendekatan
sistem.
- Modular Approach, pendekatan
moduler memecah-mecah sistem yang rumit menjadi bagian modul-modul yang
lebih sederhana. Sebagai akibatnya, tiap-tiap modul dapat dikembangkan
dalam waktu yang tepat sesuai dengan yang direncanakan, mudah dipahami dan
mudah dipelihara.
- Evolutionary Approach, pendekatan
ini akan menghasilkan suatu sistem yang mampu beradaptasi dengan
perkembangan-perkembangan organisasi di masa yang akan datang, sehingga
didapatkan suatu sistem yang mempunyai biaya pemeliharaan yang rendah.
Secara besar sistem informasi harus
dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit,
- Rumah Sakit Vertikal
- Rumah Sakt Umum Daerah
- Rumah Sakit Umum Swasta
- Rumah Sakit Spesialist
Dengan
dikelompokannya rumah sakit kedalam kelompok-kelompok diatas guna mempermudah
sejauh mana tingkat kebutuhan sistem informasi terutama yang di dasarkan pada
modular, modul-modul yang di gunakan oleh rumah sakit daearh tentu akan berbeda
dengan rumah sakit vertical maupun swasta.
Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan
saat implementasi adalah:
- Ketidak siapan rumah sakit dalam
menerapkan sistem informasi yang terintergrasi dan berbasi kmputer.
- Penyajian data yang belum semua menjadi
data elektronik yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
- Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan
dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data transakit.
- Koordinasi antar unit bagian yang terkesan
mementingkan unit masing-masing.
- Berubah-ubahnya kebijakan.
- Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa
dengan manual ke komputerisasi.
- Pemahaman yang belum merata antara SDM
terkait,
- dan lain-lain
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Sistem
Informasi Manajemen sangat erat kaitannya dalam IT, begitu pula
sebaliknya.nkeduanya memiliki peran penting dalam menunjang untuk memudahkan
semua hal dalam kehidupan kita.
B.
SARAN
Penggunaan Sistem Informasi dengan
baik dan bijak sesuai kadar serta fungsinya akan membuat Sistem Informasi itu
dapat dimanfaatkan secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar