Selasa, 01 November 2016

Makalah SIM menyongsong IT

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MENYONGSONG TEKNOLOGI INFORMASI
GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN













DISUSUN OLEH :
SOFIANA ISNTINFARANI
11150562

DOSEN :
SEPTIA LUTFI S.Kom,  M.Kom



STIE BANK BPD JATENG
SEMARANG
2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan kerunia-Nya saya masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan bantuannya dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi tentang Sistem Informasi Manajmenen dalam Menyongsong Teknologi Informasi, khususnya dalam Rumah Sakit. Sehingga akan menambah pengetahuan dan wawasan yang luas untuk saya dan pembaca. Serta dibuat dalam tujuan pemenuhan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajmenen di semester 3 ini.
Saya menyadari bahwa dalam penuisan makalah ini banyak kekurangan, oleh sebab itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan umumnya bagi pembaca.


Semarang,     November  2016

Penulis 







DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
B.     RUMUSAN MASALAH
C.     TUJUAN MASALAH
BAB II PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMATIKA.
B.     FUNGSI TEKNOLOGI INFORMATIKA.
C.     PERKEMBANGAN GREEN INFORMASI TEKNOLOGI MENGGUNAKAN SIM.
D.    CONTOH PENERAPAN SIM MENYONGSONG TEKNOLOGI INFORMASI.
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN
B.     SARAN
Daftar Pustaka









BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Saat ini, penerapan Teknologi Informasi semakin trendi saja dikalangan para pengusaha. Efisiensi waktu dan biaya yang ditawarkan oleh Teknologi Informasi, membuat para pengusaha merasa wajib untuk menerapkannya dalam proses manajemen di perusahaan. Bagi mereka yang selalu fokus terhadap kebutuhan pelanggan, tidak akan berpikir dua kali untuk menerapkan Teknologi Informasi dalam proses kerjanya. Globalisasi dunia bisnis menuntut perusahaan untuk dapat mengelola informasi dengan baik, sehingga kebutuhan informasi masing–masing pihak yang berkepentingan (bukan hanya konsumen) dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat.
Teknologi Informasi dapat mengotomatisasi proses pengelolaan informasi dari mulai memasukkan informasi, menyimpan, dan memperbaruinya setiap saat sehingga setiap orang bisa mendapatkan informasi terbaru dan melakukan analisis dengan mudah. Oleh karena itu proses penyampaian pesan, informasi, maupun pengetahuan dapat lebih cepat, mudah dan dijamin up to date.
Menyongsong era globalisasi dewasa ini, sistem informasi semakin dibutuhkan setiap perusahaan ataupun organisasi, khususnya dalam meningkatkan kesehatan aliran informasi dalam organisasi/perusahaan, kontrol kualitas, dan menciptakan aliansi atau kerja sama dengan pihak lainnya. Perusahaan yang sudah melakukan otomatisasi pada setiap lini manajerialnya, perlu menindaklanjuti dengan membangun sistem informasi manajemen yang integral dan terpadu.
SIM akan menolong perusahaan-perusahaan dalam mengintegrasikan data,mempercepat dan mengestimasi pengolahan data, meningkatkan kualitas dan kontrol manajemen, mendorong terciptanya produk-produk baru, meningkatkan layanan dan kontrol, mengotomatisasi sebagian pekerjaan rutin, dan menyediakan alur kerja. Pendek data, sim beserta perkembangan teknologi pendukungnya akan memicu transformasi besar dalam bidang bisnis dan manajemen.
B.     RUMUSAN MASALAH
                     1.         Pengertian Teknologi Informatika.
                     2.         Fungsi Teknologi Informatika.
                     3.         Perkembangan Green Informasi Teknologi Menggunakan Sim.
                     4.         Contoh Penerapan Sim Menyongsong Teknologi Informasi.

C.    TUJUAN MASALAH
                     1.         Untuk Mengetahui Pengertian Teknologi Informatika?
                     2.         Untuk Mengetahui Fungsi Teknologi Informatika?
                     3.         Untuk Mengetahui Perkembangan Green Informasi Teknologi Menggunakan Sim?
                     4.         Untuk Mengetahui Contoh Penerapan Sim Menyongsong Teknologi Informasi?














BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI.

Secara umum, Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak komputer). Secara sederhana, Pengertian Teknologi Informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas.

Sedangkan menurut Wikipedia, bahwa pengertian teknologi Informasi (IT) adalah istilah umum tekologi untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi. Tujuan teknologi informasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam aktivitas manusia.

Pengertian Teknologi Informasi (IT) Menurut Para Ahli
  • Haag dan Keen (1996): Pengertian teknologi informasi menurut Haag dan Keen bahwa teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
  • Oxford English Dictonary (OED): Pengertian teknologi informasi menurut Oxford English Dictionary adalah hardware dan software dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalah konteks bisnis atau usaha.
  • Williams dan Sawyer (2003): Menurut williams dan sawyer, bahwa pengertian teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
  • Martin (1999): Menurut martin bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang tidak hanya pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencaku teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.

TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel/gadget).


B.     FUNGSI TEKNOLOGI INFORMATIKA.
Ada enam fungsi Teknologi Informasi antara lain sebagai berikut :
       1.  Menangkap (Capture)
       2.  Mengolah (Processing); Mengolah/memproses data masukkan yang diterima untuk menjadi suatu informasi. Pengolahan atau pemrosesan dapat berupa pengubahan data ke bentuk lain (konversi), analisis kondisi (analisis), perhitungan (kalkulasi), penggabungan (sintetis), segalah bentuk data dan informasi.
       3.  Menghasilkan (Generating); Menghasilkan atau mengorganisasi informasi dengan bentuk yang berguna. Contohnya laporan, grafik, tabel dan sebagainya. 
       4.  Menyimpan (Store); Merekam atau menyimpan data dan informasi ke dalam suatu media untuk keperluan lainnya. Contohnya disket, hardisk, tape, compact disk dan sebagainya.
       5.  Mencari kembali (Retrival); Menelusuri mendapatkan kembali informasi atau menyalin (copy) data dan informasi yang telah tersimpan, contohnya spplier yang sudah lunas, dan sebagainya.
       6.  Transmisi (Transmission); Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi yang lain dengan melalui jaringan komputer. Contohnya mengirimkan data penjualan ke user A ke user lainnya, dan sebagainya.

C.    PERKEMBANGAN GREEN INFORMASI TEKNOLOGI MENGGUNAKAN SIM.
Munculnya Green IT ini dilatar belakangi adanya kepedulian terhadap lingkungan dimana suhu bumi yang kian hari kian panas akibat efect rumah kaca sehingga sangat berbahaya jika tidak diperhatikan mulai sekarang, tekanan dari konsumen, pemerintah serta harga bahan bakar yang semakin melambung tinggi.
Green IT memfokuskan diri pada minimalisasi penggunaan bahan-bahan berbahaya bagi lingkungan, memaksimalkan efisiensi energi, dan meningkatkan daur ulang serta biodegradasi bagi produk gagal dan limbah IT. Green IT telah menjadi isu global yang hangat diperbincangkan dan dikampanyekan. Hal ini ternyata berdampak positif bagi semua kalangan bahwa dengan green IT kita dapat menekan biaya operasional.
Green IT adalah konsep penerapan teknologi ramah lingkungan pada kerangka ekonomi dan sosial. Menurut data World Bank tahun 2007, Indonesia adalah negara dengan tingkat deforestasi tercepat dan menduduki peringkat ke-3 penyumbang emisi gas dan rumah kaca dunia. Oleh karena itu penerapan Green IT sudah seharusnya mulai dipertimbangkan.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam green IT diantaranya adalah :
         1.         Peran Produsen Dalam Gerakan Green IT
a.      Produsen Hardware
Produsen hardware dituntut untuk dapat menciptakan hardware yang hemat energi untuk mengurangi penggunaan listrik dan juga handal. Mereka harus bisa memproduksi hardware yang memakan sedikit daya listrik. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi penggunaan minyak bumi dan mengurangi emisi CO2. Produsen hardware berperan besar dalam menyumbangkan emisi CO2, sehingga mereka juga seharusnya turut andil dalam gerakan green IT.
b.      Produsen Software
Baik produsen software sistem operasi ataupun software aplikasi, harus dapat menggunakan algoritma yang singkat dan tepat. Hal ini berkaitan dengan waktu atau durasi penggunaan komputer oleh user. Algoritma yang tepat dan efektif serta efisien akan meminimalisir penggunaan energi. Para produsen software aplikasi juga harus dapat menciptakan software yang mampu menggantikan pekerjaan mesin-mesin yang menggunakan energi yang cukup besar. Selain itu mereka juga harus dapat membuat software atau program yang meminimalisir penggunaan kertas.

         2.          Peran Konsumen Dalam Gerakan Green IT
Konsumen dalam hal ini adalah pemerintah, perusahaan, maupun personal user.
a.      Pemerintah
Pemerintah harus mulai membuat sistem yang terkomputerisasi dalam segala bidang. Pembenahan jaringan inter dan antar instansi. Selain hemat energi, hal ini juga akan membuat urusan menjadi semakin mudah dan mengurangi proses birokrasi yang berbelit. Misalnya pembuatan SIM atau KTP, kenapa tidak bersifat nasional? Maksud saya siapapun bisa membuat atau memperpanjang SIM dan KTP dimana saja dan kapan saja. Dengan sistem komputer hal demikian sangatlah mungkin. Jadi kita tak perlu membuang banyak bensin untuk pulang ke kampung halaman hanya untuk memperpanjang SIM atau KTP. Apalagi saat ini sudah mulai berjalan Kartu Kerluarga yang ber-NIK. Itu adalah contoh sederhana hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk ikut menggalakkan gerakan Green IT.
Pemerintah juga harus mengusahakan sistem yang paperless.
Selain itu kesadaran para pegawai akan penghematan listrik juga masih kurang. Mereka sering meninggalkan komputer dalam keadaan hidup, padahal komputer itu tidak sedang digunakan.

b.      Perusahaan
Di Indonesia masih banyak perusahaan yang belum terkomputerisasi. Sistem penggajian dan berbagai transaksi jual beli masih menggunakan kertas. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan gerakan green IT dan gerakan pencegahan global warming. Belum adanya jaringan komputer baik dalam kantor maupun antar kantor dalam satu perusahaan masih menyumbangkan emisi CO2 yang cukup banyak. Berapa besar uang dan energi yang harus dibuang hanya masalah pengiriman data pada sebuah perusaan yang belum terkomputerisasi. Itu juga contoh sederhana betapa green IT di Indonesia masih belum diterapkan dalam banyak perusahaan.
c.       Personal user
Sebagai user kita seyogyanya bijak dalam menggunakan komputer. Misalnya teliti sebelum menge-print atau mencetak. Ketidaktelitian kita sebelum melakukan pencetakan akan menyebabkan kita mencetak berulang-ulang dokumen yang sama. Selain pemborosan kertas, juga akan memperlama durasi penggunaan komputer. Matikan komputer jika tak digunakan

D.    CONTOH PENERAPAN SIM MENYONGSONG TEKNOLOGI INFORMASI.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen atau yang disingkat SIM bisa dalam berbagai bidang. Berikut ini contoh penereapan SIM di bidang Rumah Sakit.
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT
  1. SIM adalah perangkat prosedur yang terorganisasi apabila dijalankan akan memberikan umpan balik dan informasi kepada manajemen tentang masukan, proses, dan keluaran dari suatu siklus manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian.
  2. SIM merupakan sebuah sistem mesin pemakai yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk menunjang operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer, dan prosedur-prosedur manual;model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan; dan suatu “database” (Gordon B.Davis dan Margareth H.Olson).
  3. Management Information System is a spesifically designed communication system in which data are gathered, stored, analyzed, formulated, and reported to manager (Rakich-Longest-Darr).
Sistem Informasi Manajemen Rumah sakit adalah sebuah sistem komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan tepat. sistem informasi rumah sakit umumnya mencakup masalah klinikas (media), pasien dan informasi-informasi yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit itu sendiri.
TUJUAN SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT ITU SENDIRI :
  1. Lebih menigkatkan pelayanan rumah sakit
  2. Agar data-data yang ada dalam rumah sakit tersusun rapih.
  3. Kemudahan dalam pencarian data obat, pasien dll yang berhubungan dengan rumah sakit.
  4. Meningktakan citra pelayanan rumah sakit.
MEKANISME KONTROL :
Mendukung pengendalian mutu pelayanan medis, penilaian produktivitas, analisis, pemanfaatam dan perkiraan kebutuhan, perencanaan dan evaluasi program, menyederhanakan pelayanan, penilaian klinis, sistem ini berguna untuk menunjang proses fungsi fungsi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan dirumah sakit.

Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.
Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:
  1. Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
  2. Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
  3. Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
  4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
  5. Komitment (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di Input)
  6. SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah sistem dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)
Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.
Di bidang    kesehatan    terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong Indonesia Sehat.


Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat dapat teraplikasikan dengan sukses :
  1. Development Master Plancetak biru pembangunan harus dirancang dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu tidak terbatas.
  2. Integrated, dengan integrasi antar semua bagian organisasi menjadi satu  kesatuan, akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan ketidak konsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang tenga medis.
  3. Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter, perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang pengembangan sistem informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).
  4. Teknologi Informasiketepatan dalam memilih Teknologi Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware), Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network).


Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi adalah :
  • Price, harga sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat.
  • Performance, diukur dari kemampuan, kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun penampungan data.
  • Flexibility, kemampuan Teknologi Informasi saling beradaptasi dan  kemudahan pengembangan di masa yang akan datang.
  • Survivability, berapa lama Teknologi Informasi mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar.
Yang paling penting adalah sesuikan dengan kebutuhana pengembangan kemasa depan tentunya.
Selain mengikuti suatu siklus hidup, dalam pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan beberapa pendekatan, seperti:
  1.  Sistems Approach, pendekatan sistem merupakan pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai suatu kesatuan yang utuh terintegrasi dengan semua kegiatan-kegiatan lain di dalam organisasi. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya memperhatikan sasaran dari sistem informasi saja.
  2. Top-Down Approach, pendekatan ini dimulai dari tingkatan atas organisasi (strategic planning level), yaitu dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi dapat ditentukan, maka proses turun ke penentuan output, input basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan dari atas ke bawah ini sesuai dengan pendekatan sistem.
  3. Modular Approach, pendekatan moduler memecah-mecah sistem yang rumit menjadi bagian modul-modul yang lebih sederhana. Sebagai akibatnya, tiap-tiap modul dapat dikembangkan dalam waktu yang tepat sesuai dengan yang direncanakan, mudah dipahami dan mudah dipelihara.
  4. Evolutionary Approach, pendekatan ini akan menghasilkan suatu sistem yang mampu beradaptasi dengan perkembangan-perkembangan organisasi di masa yang akan datang, sehingga didapatkan suatu sistem yang mempunyai biaya pemeliharaan yang rendah.
Secara besar sistem informasi harus dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit,
  1. Rumah Sakit Vertikal
  2. Rumah Sakt Umum Daerah
  3. Rumah Sakit Umum Swasta
  4. Rumah Sakit Spesialist
Dengan dikelompokannya rumah sakit kedalam kelompok-kelompok diatas guna mempermudah sejauh mana tingkat kebutuhan sistem informasi terutama yang di dasarkan pada modular, modul-modul yang di gunakan oleh rumah sakit daearh tentu akan berbeda dengan rumah sakit vertical maupun swasta.
Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah:
  1. Ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan sistem informasi yang terintergrasi dan berbasi kmputer.
  2. Penyajian data yang belum semua menjadi data elektronik yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
  3. Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data transakit.
  4. Koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing.
  5. Berubah-ubahnya kebijakan.
  6. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi.
  7. Pemahaman yang belum merata antara SDM terkait,
  8. dan lain-lain
















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Sistem Informasi Manajemen sangat erat kaitannya dalam IT, begitu pula sebaliknya.nkeduanya memiliki peran penting dalam menunjang untuk memudahkan semua hal dalam kehidupan kita.
B.     SARAN
Penggunaan Sistem Informasi dengan baik dan bijak sesuai kadar serta fungsinya akan membuat Sistem Informasi itu dapat dimanfaatkan secara optimal.


















DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar